photo 684833e0-d591-47c4-a639-fc4059a4a456_zps19702a59.jpg

Berita Terkini

Meski Berlaga, Tetap Berpuasa

Senin, 30 Juni 2014 | 13.42


Meski Berlaga, Tetap Berpuasa
Pemain Prancis Bacary Sagna (kiri) dan Bomber Nigeria Ahmed Musa tetap menjalankan ibadah puasa meski bertanding di Piala Dunia 2014. Foto: dw.de
 
BRASILIA (RIAUPOS.CO) - Berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi semua umat muslim di seluruh dunia. Meski begitu, tidak semua pemain beragama Islam yang saat ini sedang membela negara mereka di Piala Dunia Brasil 2014 akan memilih untuk menjalani kewajiban tersebut.
  
Nah, sejumlah pemain yang memilih untuk tidak menjalankan ibadah puasa tersebut salah satunya adalah bek timnas Prancis Bacary Sagna. Kepada sejumlah media yang berada di Brasil, pemain belakang Arsenal tersebut telah menyatakan bahwa dia tidak akan berpuasa lantaran ingin menjaga performanya bersama Prancis selama tampil di Piala Dunia.
  
"Sebagai seorang muslim puasa memang sebuah kewajiban. Namun, saya tahu bahwa ada beberapa hukum yang memungkinkan kami untuk tidak menjalaninya saat Ramadhan dan diberikan kesempatan untuk menggantikannya di waktu yang lain," kata pemain berusia 31 tahun ini.
  
Memang, Sagna telah memutuskan untuk tidak menjalani puasa di bulan Ramadhan saat ini. Keputusan tersebut terpaksa harus dia lakukan demi menjaga performanya di lapangan bersama Les Bleus -julukan timnas Prancis- dalam turnamen empat tahunan itu.
  
"Semua orang bebas untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Dan, saya sangat menghormati mereka yang saat ini sedang menjalani ibadah puasa itu," kata bek kanan Les Bleus yang baru bermain selama 90 menit ketika Prancis bermain imbang tanpa gol melawan Ekuador tersebut.
  
Bila Sagna memilih untuk tidak berpuasa demi menjaga kebugaran, berbeda dengan sejumlah pemain muslim Nigeria yang akan menjadi lawan mereka di babak knock out malam nanti. Salah satunya adalah bomber Super Eagles- julukan timnas Nigeria -Ahmed Musa.
  
Kepada African Football, pemain yang berhasil menjebol gawang Argentina sebanyak dua kali itu mengungkapkan bahwa, dia tidak akan melewati satu hari tanpa berpuasa selama Ramadhan nanti. Bahkan, striker berusia 21 tahun itu percaya, bahwa puasa akan memberikannya tenaga ekstra ketika melawan Prancis malam nanti.
  
"Dengan izin Allah, saya tetap akan menjalani Ramadhan selama di Brasil, dan saya sudah sangat terbiasa dengan hal itu. Puasa tidak akan mempengaruhi permainan saya, bahkan bisa jadi dengan puasa akan ada tenaga ekstra selama melawan Prancis," kata pemain yang bermain di kompetisi Rusia itu.
  
Pemain bintang Nigeria lain yang akan menjalani puasa selama Piala Dunia adalah gelandang Almeria Ramon Azeez, yang menjalani debutannya di Piala Dunia ketika Nigeria bermain imbang tanpa gol melawan Iran di Stadion Arena da Baixada, Curitiba (16/6) lalu.  (dik)
 

Saksi PKS Kota Bogor Siap Mengawal Kemenangan Prabowo-Hatta


Ahad (29/6) kemarin, PKS Kota Bogor melaksanakan acara Konsolidasi dan Pelatihan Saksi Pilpres 2014. Saksi yang hadir dalam acara ini adalah saksi di tingkat TPS, PPS dan PPK. Selain itu hadir pula saksi lapis kedua di tingkat TPS dan juga para koordinator saksi tingkat kelurahan. Acara ini bertujuan untuk memberikan pelatihan teknis kepada para saksi di setiap levelnya. Materi yang disampaikan berupa peran dan tanggung jawab saksi sebelum pencoblosan, saat pencoblosan dan setelah pencoblosan.

Walaupun sebagian besar peserta adalah para saksi yang sudah berpengalaman pada setiap hajatan demokrasi, dan apa yang disampaikan oleh instruktur pelatihan bukan suatu hal yang baru bagi mereka, namun para peserta tetap antusias dan cermat menyimak apa yang di sampaikan oleh instruktur pelatihan. Hal ini menunjukan betapa seriusnya para saksi dalam menyiapkan diri mengawal suara pada pilpres nanti.

Hampir seluruh saksi yang di undang hadir, sehingga banyak dari peserta yang terpaksa duduk di lantai karena kurangnya kursi yang di sediakan oleh panitia. Namun suasana ini justru menambah suasana terlihat penuh dengan semangat. Apalagi pembawa acara senantiasa menyemangati dengan yel-yel yang disambut pekik para peserta.

Acara Konsolidasi dan Pelatihan Saksi ini dibuka oleh Ketua DPD PKS Kota Bogor, kang Jajat Sudrajat. Dalam pembukaannya beliau mengapresiasi para saksi yang sudah antusias hadir walaupun dalam suasana berpuasa dan teriknya cuaca. Beliau juga memberi pesan agar para Saksi Prabowo Hatta di semua level harus cermat mengawasi setiap pelaksanaan pemilihan, jangan sampai ada kecurangan-kecurangan yang terjadi dan para saksi tidak mengetahuinya.

Acara konsolidasi dan pelatihan saksi Prabowo-Hatta Kota Bogor dilakukan dengan dua gelombang. Gelombang pertama pagi hari dilaksanakan di Gedung Mahoni IPB untuk wilayah Kecamatan Bogor Timur, Bogor Tengah dan Bogor Selatan. Sedangkan gelombang kedua diselenggarakan di Aula Wisma UNB Tanah Sareal untuk wilayah kecamatan Tanah Sareal, Bogor Utara dan Bogor Barat.

Operasi Intelijen Jokowi-JK Menjelang Pencoblosan


Oleh A.m. Panjaitan*

Amien Rais pernah membuat analogi bahwa pilpres 2014 akan seperti perang badar; tentu saja dia tidak bermaksud mengatakan akan terjadi bunuh-bunuhan, tapi hanya sekedar kiasan bahwa pertarungan akan sengit sebab kedua belah pihak akan saling serang dan menggunakan berbagai strategi demi merebut suara rakyat. Saat itu analogi Amien Rais ini mendapat kecaman luas khususnya dari timses Jokowi-JK dengan membelokan istilah “perang badar” dari makna sebenarnya; padahal di media sosial sudah ramai membahas perang antara “pandawa” dan “kurawa” jauh sebelum Amien Rais dan “perang badar”nya.

Testimoni Mereka yang Meninggalkan Jokowi dan Beralih Mendukung Prabowo



*by Jonru

Ada banyak teman yang mengirim saya pesan di inbox, dengan isi macam-macam. Berikut adalah beberapa contoh pesan yang temanya sama, yakni tentang orang-orang yang dulunya mendukung Jokowi, tapi kini beralih ke Prabowo.

Yang saya tampilkan hanya beberapa saja, sebagai sampel. Yang lainnya masih banyak, dan agak repot mencarinya di tengah banyaknya pesan yang masuk di inbox.

Demi menjaga privasi, nama penulis pesan saya samarkan. Dan bila teman-teman butuh screenshot, bisa saya berikan.

Terima kasih.

=============

Pengirim: Putri

ass. pak jonru. saya baru mengikuti pemilu tahun ini jadi diawal saya memilih 2 karena mereka berhasil membuat pencitraan yang sangat berhasil menurut saya. tapi setelah melihat debat sy brbalik memilih 1. karena pak prabowo memiliki konsep yang jelas dan sikap true leader. dan yang pasti ga plinplan seperti 2 dan timnya. bahkan metrotv selalu membahas isu2 buruk tentang pak prabowo saya menjadi yakin bahwa sebenarnya 2lah yang buruk. lanjutkan menguak fakta ttg 2 pak. semangat hehee

===================

Pengirim: Henny

Asallamuallaikum...

Pak Jonru saya baru menemukan FP bapak hari ini dan saya langsung like FP ini...

Saya adalah seorang mahasiswi...sebagai seseorang yg bru mendapatkan hak pilihnya,,saya sempat ragu pada siapa saya menjatuhkan pilihan saya...saya sempat kagum dengan sosok Jokowi yg disenangi krna kesuksesannya memenangkan gubernur DKI jakarta hnya memenangkan bukan mengatasi sukses mengatasi masalah2 DKI....

saya sebenarnya tidak begitu paham soal politik...akan tetapi saya selalu ikut serta dngan ayah saya menonton berita tentang kedua capres dan cawapres...ayah saya membimbing dan mengarahkan saya...sebagai seorang ayah yg baik beliau memberikan kebebasan utk saya menggunakan hak pilih saya tanpa ada hasutan dri manapun termasuk dri beliau...

setelah beberapa bulan saya menelaah dan saya yakinkan dalam hati saya bahwa saya mendukung sepenuhnya Bapak Prabowo Subianto...krna saya yakin dan percaya beliau bsa mengemban amanah dri rakyat..

kepada bpak Jokowi bukan beliau tidak pantas jadii presiden krna melihat begitu banyaknya pendukungnya berbanding seimbang dengan pak Prabowo...tapi saya rasa Pak Jokowi msh hrs lebih byk belajar khususnya mengenai NKRI...saya sadar seorang mahasiswi baru seperti saya tidaklah penting tanggapannya pada Pak Jokowi...tetapi harusnya pak jokowi mensyukuri nikmat atau amanah dri allah sebagi Gubernur jgn mnjdi takabur dan sprti msh blum puas seperti ini....

Saya berdoa semoga pendukung pak prabowo semakin meluas di nusantara...

Saya dan keluarga dukung pak prabowo-hatta...
Terimakasih

===================

Pengirim: agung

Selamat siang pak Jonru

Secara mental Saya belum siap untuk di-Bully , trauma saya masihh sangat sangat Mendalam karena Pembulian sudah membuat saya agak sakit Jiwa! . . .

Pak Jonru Dulu saya sangat Meng-Idolakan calon presiden tetangga , sampai saya ikut ikutan kampanye di Sosmed untuk mendukung beliau menjadi Gubernur , saya Umbar semua kebaikannya yg Seperti Malaikat ., saya sangat menaruh Harapan yg sangat besar kepada beliau untuk membangun IbuKota kita , walaupun saya bukan penduduk sana .

Tetapi pandangan saya berubah Drastis ketika Saya melihat berita di salah satu stasion televisi swasta yg menayangkan bahwa beliau menerima surat pencalonan Presiden RI dari Ibu Mega dan Bersedia Dilaconkan!

Pikiran saya Pada saat itu langsung refleks bahwa Beliau adalah seorang "penghianat" ., Mana janji beliau yg telah bersumpah dibawah Alquran untuk mengabdi pada Jakarta selama 5 tahun?, mana Janji Janji Manisnya? . Sungguh sangat tidak mempunyai Etika .

Sekarang saya heran , beliau mengExpose semua visi nya sebagai calon Presiden , tetapi Apakah beliau Ingat pada Visi yg sebelumnya ia buat untuk menjadi seorang Gubernur ?

Disisi lain saya menganggap Bahwa Ibu Mega hanya mengambil kesempatan Emas untuk membangkitkan partainya dari keterpurukan melalui Pak Jokowi , Secara tidak langsung Bu mega telah Melakukan Modus.

Kesimpulannya : saya Kecewa !

==========

Pengirim: Nt

Saya sependapat sama anda ..
Saya awalnya mndukung jokowi .
Tapi semakin kesini .. entah apa koq rasanya saya sangat tidak mendukung jkw u/ jd presiden .
Kita tahu pdip itu seperti apa .......
..
Dan yg membuat saya terheran heran adalah semua tman" saya yg nasrani malah mndukung jokowi .
..
Begitu saya lihat postingan anda tentang jokowi dan kristen dari situlah saya sadar ..
..
Saya khawatir jika jokowi jd presiden . .. malah jadi kristenisasi masal .
Memang mungkin terlalu jauh apa yg ada dipikiran saya soal kristenisasi .
..
Saya sgt sedih ketika jkt dan solo .
Dipimpin olah orang kristen .
Saya bukan nya benci kristen .
Tapi ya ....
Anda mungkin lbh pintar dari saya

pkspiyungan.org

Ini Beda Gestur Abraham Samad Saat Dampingi Prabowo dan Jokowi di KPK


Dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden 2014 sudah melaporkan harta kekayaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, ada yang menarik mengamati gestur Abraham Samad, Ketua KPK, saat menghantarkan kedua pasangan keluar gedung untuk lakukan konferensi pers dengan wartawan.

Pasangan Prabowo-Hatta terlebih dulu datang ke KPK untuk klarifikasi harta kekayaan, Rabu (25/6/2014). Abraham Samad tampak kompak dengan pasangan nomor urut satu itu yakni memakai baju batik lengan panjang.

Begitu pun saat menghantar keluar dari gedung KPK untuk melayani pertanyaan wartawan, Samad tampak kikuk menempatkan diri. Seperti susah mengambil posisi, apakah harus di tengah antara Prabowo dan Hatta, atau di samping kiri Prabowo.

Saat Prabowo akan mulai berbicara, Samad mempersilahkan Prabowo dengan sopan. Ketika Prabowo mulai berbicara di hadapan wartawan, Samad mendengarkan dengan khidmat sambil posisi tangan saling menggenggam lurus di bawah.

Berbeda saat menemani capres nomor dua Joko Widodo (Jokowi), Kamis (26/6/2014). Gestur Samad tampak sedikit kacau. Menemani Jokowi keluar dari gedung KPK untuk menemui wartawan, Samad berjalan dengan memasukkan dua tangan di saku celana.

Lalu, ketika hampir sampai di tempat konferensi pers, Samad tampak menghentikan langkah Jokowi dengan tangan kirinya dan posisi tangan kanannya masih di dalam saku.

Menurut etika bahasa tubuh (gestur), sikap memasukkan tangan dalam saku menandakan seseorang tidak yakin dengan apa yang dibicarakan orang lain. Selain itu juga orang tersebut menyembunyikan sesuatu dan kurang terbuka. (globalindo/intriknews)

Gara-gara Ruhut, Pemilih Ramai-ramai Pilih Prabowo


Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul dinilai tidak konsisten. Klaim dapat restu dari Ketum Demokrat SBY untuk mendukung Jokowi-JK menunjukkan seorang Ruhut adalah pragmatis.

"Ruhut inkonsistensi," ujar pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago alias Ipang kepada redaksi, Senin (30/6).

Namun disisi lain, Ipang melihat Ruhut realistis. Mungkin karena di Demokrat tidak ada jabatan yang menjanjikan setelah SBY lengser dari kursi presiden. Dan Ruhut melihat SBY sebagai kapal yang mau tenggelam alias karam.

"Ruhut tidak menjalankan politik kelas tinggi. Bagaimana mungkin mendukung capres Jokowi dari PDIP, padahal dari dulu dia paling pedas mengkritik dan menjelekkan Megawati dan PDIP," terangnya.

Ipang menambahkan, bergabungnya Ruhut ke kubu Jokowi-JK, belum tentu mendapat empati dari publik.

"Dan bisa saja sebaliknya. Gara-gara Rahut ada di tim Jokowi, yang awalnya memilih Jokowi, akhirnya beramai-ramai pilih Prabowo," tandasnya. [rus/rmol]

Wow! Mirip di GBK, Ribuan Warga Bali Padati Kampanye Prabowo-Hatta

Minggu, 29 Juni 2014 | 16.50


Denpasar - Mengakhiri kampanye akhirnya di Pulau Bali, pasangan Prabowo-Hatta menggempur kandang banteng di Bali. Terbukti, 70 ribu lebih warga Bali rela berdesak-desakan dan menembus kemacetan untuk mendengarkan orasi calon presiden nomor urut 1 tersebut.

Antusiasme warga Bali untuk mendengarkan pidato politik calon presiden Prabowo-Hatta tampaknya patut diacungi jempol. Meski kemacetan parah akibat membludaknya warga, namun warga Bali dengan sukarela datang ke Lapangan Lumintang, Denpasar untuk melihat langsung sosok calon presiden idola mereka.

Wakil Ketua Dewan Penasehat Tim Pemenangan Prabowo-Hatta I Made Mudarta menyatakan pihaknya menarget 70 ribu massa untuk menghadiri kampanye akbar kali ini. Namun, Mudarta mengaku tak kuasa menolak dan membendung antusiasme warga yang hadir.

"Kami sengaja memberi kuota kepada kabupaten/kota jumlah massa yang hadir sebanyak 70 ribu. Tapi kami tidak bisa membendung massa yang akan hadir karena antusiasme warga yang tinggi membuat massa yang hadir mendekati 100 ribu massa," ujar Mudarta di Denpasar, Sabtu 28 Juni 2014.

Membludaknya warga, membuat sejumlah massa yang tak kebagian tempat di lapangan harus rela tumpah ruah hingga ke pinggir-pinggir jalan raya. Akibat massa yang tumpah ruah, pihak kepolisian sempat kewalahan mengatur arus lalu lintas.

"Luar biasa antusiasme warga Bali ini membuktikan jika warga Bali memang membutuhkan sosok Prabowo. Kami optimis bisa menggempur kandang banteng dan memenangkan Prabowo-Hatta di Bali," ucapnya optimis.

Menurut Ketua DPD Partai Demokrat itu, tak mengherankan jika warga Bali menginginkan Prabowo-Hatta memimpin negeri ini. Pasalnya, Bali sebagai destinasi wisata dunia memerlukan aspek keamanan dan kenyamanan. "Hanya Prabowo-Hatta yang mampu memimpin bangsa Indonesia yang lebih baik. Prabowo-Hatta memiliki konsep tegas dan jelas tentang keamanan ini. Tentu sejalan dengan keinginan warga Bali," tegasnya.

Setibanya di Lapangan Lumintang, Prabowo disambut kesenian bleganjur. Ribuan penabuh bleganjur langsung membunyikan alat musik khas Bali, begitu iring-iringan mobil mantan Danjen Kopassus itu tiba. Prabowo dengan ramah secara spontan menyalami satu persatu warga yang berada di dekat panggung utama sebelum naik ia menuju kepanggung.

Kampanye akbar Prabowo-Hatta semakin spesial dengan hadirnya Titiek Soeharto, mantan istri Prabowo yang diprediksi akan rujuk kembali. Sejumlah petinggi partai dari koalisi merah putih yang tampak hadir antara lain Cicip Syarif Sutardjo, Nurul Arifin, Eko Patrio, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta, serta sejumlah petinggi partai lainnya. [rok/inilah]
 
Support : Creating Website | Jum Template | Jum Template | PKS SERIBU JEMBATAN
Copyright © 2014. SERIBU JEMBATAN ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jum Template
Proudly powered by Blogger